Friday, October 4, 2013

Time Flies, People Changed


Have you felt like there's nobody who want besides u?
I don't know why. I just feel like i have a distance with them. They, who are my best friends at the past but now i feel like they are stay away from me. I don't know 'bout my mistakes. And they never told me what's my mistake. I just wanna know what makes them different. What 'bout my boyF? Is that who makes them different to me? Please tell me..

I miss u guys.
I miss when we spend the time together.
Don't u guys miss me?

Tuesday, October 1, 2013

30 yang Kedua

30th September 2013
60 hari yang lalu...
Time flies so fast. 
Nggak kerasa ya udah 60 hari kita sama-sama.
Selama 60 hari ini kamu udah sabar banget ngadepin aku yang bawel, cerewet, rame, nggak bisa diem, panikan, pokoknya kalo kata orang Sunda mah semacam riweuh gitu.

60 hari sama kamu tuh kaya mimpi
Aku nggak pernah ngebayangin kalau aku akan memilikimu

Kamu pernah berkata "Maaf kalau aku nggak sempurna."
Hey! Aku nggak pernah minta seseorang yang sempurna.
Setiap orang punya kelemahan dan kelebihan masing-masing
Begitu pun dengan aku dan kamu

Kamu ada, untuk menutupi kelemahan aku
dan aku ada, untuk menutupi kelemahan kamu
Bukankah memang seharusnya begitu?
Pasangan itu, saling mengisi satu sama lain

Dan buat aku, kamu itu sempurna
sesempurna embun di pagi hari
sesempurna matahari di siang hari
dan sesempurna bulan di malam bulan purnama

Selamat tanggal 30 yang kedua
Semoga kita bisa bertemu sampai dengan tanggal 30 yang kesekian ratus :)

A red rose from Mr. Glasses <3
Aku yang selalu menyayangimu,
Mrs. Glasses

Saturday, August 31, 2013

30 yang Pertama

Guitar, martabak durian, and good day tiramissu bliss <3
30 days ago...

Kamu masih ingat peristiwa manis apa yang terjadi pada 30 hari yang lalu?
Pertama kali aku dan kamu jalan bersama
Pertama kali aku dan kamu berbincang dalam waktu yang cukup lama

Dan saat itulah hari dimana aku dan kamu menjadi 'kita'

Sejak 30 hari yang lalu sampai dengan hari ini, kamu terus menerus menciptakan senyum di wajahku
Terima kasih, sayang
Atas semua ucapan pagi dan malammu
Atas semua sikap manismu
dan atas semua perhatianmu selama 30 hari ini

Dan terima kasih untuk hari yang sangat istimewa ini
Terima kasih untuk petikan gitarmu
Terima kasih untuk martabak duriannya
Terima kasih untuk beng-beng di pagi hari
dan terima kasih untuk ice kopi good day tiramissu bliss favoritku

Selamat tanggal 30 yang pertama
Semoga kita bisa bertemu sampai dengan tanggal 30 yang kesekian ratus :)

I love you, Dimas

Saturday, August 24, 2013

Grow Old with You


Tahukah kamu apa yang membuat hari-hariku kini tidak lagi kelabu seperti dulu?
Tahukah kamu apa yang membuatku selalu tersenyum setiap kali membaca pesan singkat di layar handphoneku?
Tahukah kamu mengapa setiap pagi hal yang pertama aku cari adalah handphoneku?
Tahukah kamu jawaban dari semua pertanyaan itu?
Jawabannya adalah 'kamu'


Aku percaya, di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan.
Semua yang terjadi adalah takdir.
Begitu juga dengan pertemuan kita.
Mulai dari perkenalan,
pendekatan,
sampai akhirnya saat 'aku' dan 'kamu' berubah menjadi 'kita'.
Semuanya berjalan karena "takdir", bukan sekedar karena "kebetulan"


Kamu pernah menyesali mengapa kita tidak mengenal sejak dulu
Sayang, jangan disesali. Itu sudah takdir
Percayalah, cinta akan selalu datang di waktu yang tepat
Dan mungkin inilah waktu yang tepat untuk kita

Perkenalan kita mungkin memang hanyalah sebuah perkenalan singkat
Tapi entah mengapa, 
Melalui perkenalan singkat itu kamu mampu memikat hatiku
Kamu mampu meyakinkanku bahwa rasa yang kamu bawa untukku adalah perasaan yang tulus
Dan entah mengapa,
Aku bisa dengan mudah menerima dan mempercayaimu begitu saja

Sejak saat itu,
sejak 'aku' dan 'kamu' berubah menjadi 'kita',
Hidupku terasa lebih berarti
Kehadiranmu sungguh membuat semuanya lebih berwarna

Terima kasih, sayang
Karena kamu telah menjaga senyumku sepanjang hari
Terima kasih karena telah mau menerima segala kekuranganku
Aku menyayangimu,
Dimas Eka Mahendra :)

Monday, August 12, 2013

Valuable Memory w/ Secretary Class


Ngga kerasa banget udah hampir satu tahun sama mereka. Rasanya baru kemarin kita sama-sama ngejalanin MOSWA yang super duper capek. Rasanya baru kemarin kita kenalan satu sama lain. Eh ternyata sekarang udah mau pisah lagi. Beginilah nasib kuliah D1. Gue masih inget kata-kata Bu Tuti pas waktu awal perkenalan. Begini kira-kira: "Anak-anak D1 itu nanti pas lagi deket-deketnya eh tau-tau udah mau lulus aja." Dan.......itu benar. Itu yang lagi gue rasain sekarang. Kita tuh lagi bener-bener deket, lagi kompak-kompaknya, eeeeh tau-tau udah mau lulus. Sedih banget rasanya :'(

Satu tahun sama mereka itu sangat-sangat mengesankan. Satu tahun yang sangat berharga. Kita itu spesial, the one and only. Cuma satu kelas dan satu jenis kelamin (perempuan). Dan bikin kita tambah spesial, kita adalah kelas AS (Administrasi Sekretaris) angkatan terakhir. Jadi setelah kita lulus, kalian mahasiswa LPKIA nggak akan bisa liat lagi satu kelas yang isinya cewe-cewe cantik semua. 

AS itu kelas paling rame, mungkin karena kita cewe semua. Terlalu banyak moment berharga yang udah kita lewatin sama-sama. Moment berharga yang nggak akan pernah terulang lagi. Moment berharga yang kini hanya tersimpan dalam sebuah kenangan yang indah. Never regret to know you, guys {}

Ada banyak event-event yang kita lewatin sama-sama. Susah, senang, sedih, semuanya ada. Yang kini, semua itu hanya tersimpan lewat jepretan foto. Mari kita flashback kawan. Apa saja yang sudah kita lakuin selama satu tahun ini?

Awal perkenalan kelas AS terjadi di Jonas waktu mau foto angkatan. AS itu pas Moswa kepisah jadi 2 kelompok, ada yang kelompok 14 ada yang 15. Gue sendiri masuk ke kelompok 14.
Kita nggak janjian pake baju ungu kok....sumpah ._.
Kegiatan pertama kita di semester 1, seminar Public Speaking with ISI di Bank Bukopin Asia Afrika~
Ini emang tema-nya "PASSION OF RED" kok :)
Ada lagi foto-foto kita di Lab. Perkantoran yang super kece. Pertama masuk ke kelas ini, amazing banget. Beda sama kelas-kelas biasanya. Suasananya emang sengaja dibuat menyerupai ruangan meeting kantor lengkap dengan alat-alat kantornya. Disinilah kita belajar mengenai segala hal yang berbau perkantoran. Mulai dari praktek surat-menyurat, mengenal alat-alat kantor, simulasi meeting, dsb.
Semester 1
Semester 2
Di semester 1 yang paling diinget tuh pas matkul Pengantar Manajemen sesi simulasi bikin acara gitu. Ada yang bikin pensi, pengajian, senam, dll. Yang paling konyol itu waktu sesi hiburan. Semuanya dangdutan. AS digoyaaaang~~
Goyang itik~
Laughs out line!
Ada lagi pas waktu kita nonton acara Malam Inagurasi Kampus di Sabuga. Ya gue nontonnya cuma ber-5 aja sih, which are my best friends. Kita selesai nonton jam 2 subuh loh. Dan masih sempet makan dulu ke Mcd haha. Nyampe rumah Sheny (oiya kita ber-5 nginep di rumah Sheny) jam 3an dan langsung tidur, besok paginya langsung jalan ke alun-alun. Mangstab~
Perempuan-perempuan perkasa~
Masuk ke semester 2, kita ada Study Tour ke Jakarta (yes, that's my hometown ._.). Berhubung saat itu lagi liburan UAS kalo nggak salah, jadi pulang study tour gue nggak ikut lagi ke Bandung melainkan pulang ke rumah gue yang di Jakarta. Yay! \m/
We're at PT Datascrip Jakarta





Lanjut lagi sama kegiatan Marketing Festival yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Persiapannya sekitar 1 bulan. Mikirin konsep stand, mikirin apa yang mau dijual, budget, rapat hampir tiap hari, wah pokoknya memusingkan deh. Dan gara-gara sibuk ngurusin Markfest (yang jatuh tepat pada saat hari ulang tahun gue), hari ulang tahun gue yang biasanya terasa spesial jadi malah nggak kaya hari ulang tahun. Maybe cause we're very busy to prepare for the Markfest. Menjelang hari H, gue dan yang ber-6 itu ngedekor stand sampe jam 10 malem di kampus, then kita nginep di rumah Sheny dan bangun jam 3 buat bikin makanan yang mau dijual. What a tired day! But, ternyata hasilnya sangat memuaskan. Kita terpilih jadi "kelas dengan hasil penjualan terbanyak" YAY! We deserve it :)

We're CowBoy Secretum~
And last but not least, kegiatan kita ditutup dengan acara "TABLE MANNERS & RECRUITMENT" di Hotel Horison Bandung. 


Dan ini yang paling terakhir, Foto Kelas & Buka Puasa Bersama <3
At least, itulah rekapitulasi kegiatan kita selama satu tahun. One more again, itu adalah satu tahun yang sangat berharga. Ada banyak pelajaran dan pengalaman yang nggak bisa dibeli pakai uang. Persahabatan, kebersamaan, kebahagiaan, semuanya gue dapet di AS. Big thanks for my trustee lecturer, Bu Tuti Sulastri, yang udah setia dan sabar jadi wali kelas AS selama satu tahun ini. Gue sebagai KM semester 2 juga mau ngucapin banyak banyak terimakasih buat kalian, cewek-cewek kece AS yang selalu ngebuat kelas nggak pernah sepi (bahkan pada saat kuis pun tetep kompak kerja sama). Terima kasih untuk satu tahun yang penuh tawa, canda, bahkan air mata. Sedih rasanya harus pisah sama kalian. But life must go on. Semoga kalian sukses di pekerjaannya masing-masing. Pesan gue satu: jangan pernah lupain AS. Yang mau kembali ke kampung halaman (maybe like me), kalau main ke Bandung kabar-kabarin yang lain. Beberapa tahun lagi, kita harus buat acara reunian, dimana kita semua udah sama-sama jadi orang sukses. I love you, guys <3


Tertanda,

Sarah Rizqi Amaliah

Sunday, August 11, 2013

Mr&Mrs Glasses ♥

D.E.M

S.R.A

Happy Eid Mubarak!

Assalamualaikum! (\ ‾o‾)/

Sorry for long time no more post. I just too lazy to write. 
But now, i'll share about my Eid Mubarak. This year, i celebrate Eid Mubarak in Bandung because as you know, now i live in Bandung with my aunty. My mother, my sister and my father also came to Bandung to celebrate Eid Mubarak in Bandung. I just happy because finally i could meet my father after 6 months we haven't met. I miss him badly. Happy Eid Mubarak, everyone! 
My small love family 
Mom, shofi and i
Long time no see this small girl {}
With my cousin~

Tuesday, August 6, 2013

30♥


I've never thought that we'll be together. The first time when i see you, i've had no idea and never thought that we'll know each others. Then suddenly you came into my life. You brought me outside and made my life complete. You came with your care. It's just you, who can made me forget "him". It's just you, who can made me smile. It's just you, who can made me feel valuable. 

Till the day is coming..

When you said that you love me. When you asked me to be your girl. And you surely known the answer, baby. 

You're too sweet. And you always know how to make me smile. When you said that you love me, should i trust you? I just hope that you really love me and never let me go.

nowplaying Because of You - Keith Martin

 you,
D.E.M ˘)ε˘`

Wednesday, July 10, 2013

Melukis Bayangmu

Adera

Ku melintas pada satu masa

Ketika ku menemukan cinta
Saat itu, kehadiranmu
Memberi arti bagi hidupku 

Meskipun bila saat ini
Kita sudah tak bersama lagi
Ada satu yang kurindu
Kehangatan cinta dalam pelukanmu

Biarkan aku melukiskan bayangmu
Karena semua mungkin akan sirna
Bagai rembulan sebelum fajar tiba
Kau selalu ada walau tersimpan
Direlung hati terdalam

Biarkan aku melukiskan bayangmu
Karena semua mungkin akan sirna
Bagai rembulan sebelum fajar tiba
Kau selalu ada walau tersimpan
Direlung hati terdalam.

Karena semua mungkin akan sirna
Bagai rembulan sebelum fajar tiba
Kau selalu ada walau tersimpan
Selalu kusimpan, direlung hati terdalam


This song......emmm you surely know what i mean, aren't you? It reminds me about you. Okay, i realize that 'till now i'm still can't forget you. I'm still remember all the things about you, about 'us'. I know that you never think of me. I know that you haven't care about me. I wish i can do that. I wish i can do like you do to me. I wish, but the fact.....i can't. Not now. Yes, you surely know that i'm still can't forget you. But, i will although one day. Trust me! And i believe that karma does exist, boy :)

Monday, July 1, 2013

Hello, July!

"Goodbye june and be better july"

Hey, you. How are you? Long time no see. Long time no conversation. Long time no texting. Long time my life without you. Are you fine? Are you miss me? Ah...i wonder that you never miss me, aren't you?

The start of July. New Month, new wishes. The biggest wish is i can forget all about you. Stop hope that you'll come back to me. Stop hope that you're still care about me. Stop hope that you'll text me first. Stop hope that you'll miss me. Stop hope that we'll together (again) like our past. If you read this post, maybe you'll laugh. I don't care about that. I just want to write about my feelings.


Tuesday, June 4, 2013

Selamat Tinggal


Harusnya aku sudah melupakanmu. Harusnya..

Jika saja melupakanmu itu semudah menghapus semua percakapan singkat kita yang terjadi lewat sms, semudah menghapus kontak nomormu dari handphoneku, semudah membuang dan merobek tiket nonton yang pernah kita lalui, entah sudah kulakukan sejak kapan.

Tapi kenyataannya, aku belum benar-benar melupakanmu. Sesibuk apapun kegiatanku di kampus atau di organisasi yang dulu sempat kamu permasalahkan, pada akhirnya saat semua kesibukan itu telah habis masa berlakunya, pikiranku kembali mengarah padamu.

Mungkin jika kamu membaca ini, kamu sedang menertawakanku. Kamu yang dulu membuatku tertawa paling keras, sekarang menjadi kamu yang membuatku mengangis paling keras juga. Bisakah kamu bayangkan rasanya jadi aku? 

Aku masih mempedulikanmu. Sama seperti dulu. Semua perhatian ini masih tertuju untukmu. Semuanya. Tidak ada yang berubah.

Tapi harusnya aku sadar. Sudah seharusnya aku berhenti memikirkanmu. Sudah seharusnya aku menghapus semua kenangan indah tentang kita. Sudah seharusnya aku berhenti berharap bahwa semuanya akan kembali seperti dulu. Karena pada akhirnya aku tahu, harapan itu tidak akan pernah terwujud.

Kamu yang dulu bukanlah yang sekarang. Kamu yang dulu begitu manis, perhatian, dan lembut. Sedangkan kamu yang sekarang begitu cuek dan tidak peduli. Apa lagi yang bisa kuharapkan?

Mungkin memang sudah waktunya bagiku untuk benar-benar melepaskanmu. Mungkin sudah waktunya bagiku untuk benar-benar melupakanmu dan menghapus semua kenangan tentang kita. Mungkin sudah waktunya bagiku untuk benar-benar cuek dan tidak lagi mempedulikanmu. Mungkin sudah waktunya aku mengikhlaskanmu untuk pergi.

Pergi. Pergilah, darl. Jika memang itu maumu. Pergilah. Jangan lagi mempedulikanku. Biar saja rindu ini kupendam sendiri. Biar saja rasa sayang ini kusimpan rapat-rapat. Biar saja rasa sakit ini kukubur dalam-dalam. 

Pada akhirnya, sesuatu yang manis terkadang memang harus terjadi sementara. Dan sesuatu yang telah berakhir memang harus berakhir. Kata orang, pasti ada rencana indah lainnya dibalik sebuah perpisahan. Dan aku berusaha untuk percaya itu. Mungkin ini memang yang terbaik untuk kita. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih untuk hubungan yang singkat ini. Last but not least, thank you and good bye, darl. Semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku. Aku bahagia, jika melihatmu bahagia walau kebahagian itu bukan milikku. Karena bahagia itu sederhana :)

Monday, May 20, 2013

Terjebak di Ruang Nostalgia


Halo kamu, apa kabar? Apa kamu baik-baik saja? Sudah makan? Sudah sholat? Sekarang sedang apa? Masih suka bermain gitar?

Sebenarnya aku ingin menulis ini di tanggal 16. Tepat 30 hari yang lalu saat aku dan kamu menjadi kita. Seharusnya ini menjadi hari ke-30 untuk kita, jika saja semuanya belum berakhir, jika saja semuanya masih sama manisnya seperti dulu. Semanis saat aku mengenalmu pertama kali.

Aku tidak mengira waktu akan berjalan secepat ini. Kisah singkat kita yang hanya berjalan sepuluh hari. Itu berarti sudah dua puluh hari aku dan kamu berjalan masing-masing. Kamu percaya tidak bahwa aku masih mengingat semua tentang kamu. Aku ingat kapan pertama kali kita mulai berkomunikasi lewat sebuah pesan singkat: 6 Maret 2013. Aku ingat kapan pertama kali saat aku dan kamu menjadi kita: 16 April 2013. Dan aku ingat betul kapan sampai akhirnya kita kembali menjadi aku dan kamu: 26 April 2013.

Aku tahu, aku yang memutuskan semuanya untuk berakhir. Yang perlu kamu tahu, sebenarnya aku tidak benar-benar menginginkan semuanya berakhir. Dan aku sadar, mungkin aku terlalu cepat mengambil keputusan sepihak. Aku memutuskan semuanya berakhir di saat aku mulai menyayangimu. Dan kini, ada satu hal yang aku rasakan: kehilangan.

Kamu memilih untuk pergi dan menghilang, tanpa kabar. 

Kata orang, tidak ada perpisahan yang tanpa air mata. Tapi seharusnya perpisahan ini tidak memberikan luka yang bertahan cukup lama, karena kisah kita hanyalah sebuah kisah yang sangat singkat. Tapi sesingkat-singkatnya sebuah kisah, saat semuanya berakhir pasti ada saja yang tertinggal: kenangan.

Sejujurnya, aku rindu dengan semua kebiasaan yang kita lakukan walau hanya sebatas melalui sebuah pesan singkat. Aku rindu semua komunikasi ringan yang biasa kita bicarakan. Apa kamu tahu, bahkan sampai sekarang, setiap hari aku masih terus berharap bahwa ada satu buah pesan masuk yang berasal darimu. Namun yang aku dapat hanyalah sebuah kekecewaan.

Dulu, kamu berhasil masuk ruang hatiku yang sudah lama sekali tidak berpenghuni. Kamu juga yang membersihkan semua debu di ruangan itu sehingga ruangan itu menjadi seperti ruangan baru yang penuh warna. Tapi kini, setelah kamu membuatnya berwarna, kamu tiba-tiba pergi meninggalkan ruangan itu. Kamu tahu bagaimana keadaan ruangan itu sekarang? Hancur, berantakan. Bahkan lebih berantakan dari sebelumnya. Aku kira kamu akan tinggal di ruangan itu lebih lama lagi. Tapi ternyata kamu hanya singgah untuk sementara waktu kemudian pergi begitu saja.

Aku berusaha melupakanmu, setiap hari. Namun semakin aku berusaha melupakanmu, semakin kamu muncul dalam pikiranku. Seharusnya aku sudah melupakanmu, toh kamu juga sudah tidak peduli lagi denganku. Tapi mengapa aku tidak bisa? Iya aku mau jujur satu hal denganmu, aku adalah tipe perempuan yang tidak mudah melupakan orang lain. Dan sampai saat ini, semua perhatianku masih tertuju untukmu, my ex darl..

Semua yang kurasa kini, tak berubah sejak dia pergi~ Raisa-Terjebak Nostalgia

Dariku,
yang masih terus menyayangimu

Tuesday, May 14, 2013

Belajar Melupakan

Aku benci perpisahan. Selalu terselip tangisan di setiap perpisahan. Di dunia ini, ada yang dinamakan takdir, mungkin pertemuan kita adalah salah satunya.
 
Tapi mengapa kita harus bertemu kalau akhirnya harus berpisah. Kadang aku tidak mengerti dengan siklus ini. Kenapa harus ada pertemuan kalau pada akhirnya harus terjadi sebuah perpisahan?
 
Aku tidak mengerti dengan perpisahan. Saat dua orang harus memutuskan untuk berjalan masing-masing dan tidak lagi bersama.

Sejak dulu, perpisahan selalu membuatku kacau. Perpisahan untuk selamanya dengan orang-orang yang paling kusayang: kakek, kakak, nenek. Perpisahan karena jarak dengan sahabat-sahabat masa kecilku. Perpisahan karena beda sekolah dengan sahabat-sahabat SMPku dan juga denganmu, yang dulu pernah menemani hariku selama 1,5 tahun. Perpisahan karena jarak kota dan beda universitas dengan sahabat-sahabat SMAku.

Pada akhirnya, setiap pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan. Begitupun juga dengan kisahku denganmu. Hanya kisah yang sederhana. Hanya kisah yang sangat singkat. Namun dapat memberikan satu kenangan indah di hatiku.

Saat ini, aku sedang belajar. Belajar untuk melupakanmu. Belajar untuk kembali menjadi diriku yang dulu. Belajar untuk menghilangkan perhatianmu. Belajar untuk menghilangkan kebiasaan yang selalu kamu lakukan.
 
Pada akhirnya, sebuah kisah memang harus berakhir. Ada yang berakhir bahagia, namun lebih banyak yang berakhir dengan menyisakan luka..

Jika

Aku tidak tahu mengapa aku masih saja menulis semua tentang kamu. Mungkin di sana, kamu sedang menertawaiku. Iya, aku tahu. Aku memang bodoh. But, wait a second, aku yang bodoh atau kamu yang terlalu cerdas?

Kalau boleh aku bicara tentang jika, ada satu kalimat yang ingin kusampaikan padamu. Jika saja kita tidak pernah saling mengenal, mungkin semuanya tidak akan seperti ini.

Jika saja dulu aku tidak menanggapi semua pesan singkatmu sebagai sebuah perhatian.

Jika saja dulu aku tidak terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa rasa yang hadir di antara kita hanyalah sebuah perasaan 'nyaman'.

Jika saja dulu aku bisa membaca pikiranmu, pasti tidak akan aku membiarkan kamu memasuki ruang hatiku.

Jika saja dulu aku bisa menganggap semua perhatianmu sebagai perhatian seorang 'teman', tidak lebih.

Jika saja sejak awal aku tahu bahwa kamu akan pergi meninggalkanku.

Jika saja aku tahu bahwa kamu akan menghilang seperti ini.

Jika saja aku tahu bahwa hubungan kita hanya bertahan sesingkat ini.

Jika saja aku tahu bahwa pada akhirnya kita akan kembali lagi menjadi seperti yang dulu, dua orang asing yang tidak mengenal satu sama lain.

dan jika saja aku tahu sejak awal bahwa kamu hanya singgah untuk sementara waktu kemudian pergi  meninggalkanku untuk mencari persinggahan lain...

Sunday, May 12, 2013

Mungkin Seharusnya Kita...


Aku rasa ada yang salah dengan kita. Kita telalu cepat mengartikan semuanya yang mungkin seharusnya belum tepat untuk kita lakukan. 

Kita terlalu cepat untuk mengakui kenyamanan yang terjadi di antara kita. Mungkin seharusnya kita tidak mengakuinya secepat itu.

Kita terlalu cepat membicarakan sesuatu yang sangat intim: perasaan. Mungkin seharusnya kita tidak pernah membahas tentang itu. 

Kita terlalu sering meributkan masalah kecil yang bahkan sering kita lakukan saat aku dan kamu belum menjadi 'kita'.

Kita terlalu egois. Bukan bukan, bukan kita tapi kamu. Aku rasa kamu yang egois. Kamu yang selalu tidak mau mengalah dan terlalu gengsi untuk meminta maaf apabila kamu salah. Kamu yang terlalu mudah sekali marah hanya karena masalah kecil. Kamu yang selalu merasa benar, dan aku yang selalu mengalah.

Aku dan kamu terlalu cepat menjadi 'kita'. Dan 'kita' terlalu cepat berubah kembali menjadi aku dan kamu.

Mungkin seharusnya aku dan kamu tidak pernah menjadi 'kita'. Mungkin apabila aku dan kamu tidak pernah menjadi 'kita', tidak akan pernah ada jarak yang sangat luas di antara 'kita' yang sudah berakhir seperti ini.

"Aku merindukan kamu yang dulu"

Tiga Tahun Tanpamu


Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranku sampai sampai aku memutuskan menuliskan tentang kamu. Kamu, yang dulu sekali pernah tinggal sangat lama di hidupku. Kamu yang sudah lama sekali menghilang tanpa kabar. Kamu yang pernah tinggal di hatiku sangat lama, 1,5 tahun.

1,5 tahun memang bukan waktu yang singkat. Semua orang tahu itu. Dulu sekali, kita pernah bersama-sama berjalan dalam satu arah. Sampai pada akhirnya kita berada di sebuah persimpangan jalan. Dan kita memutuskan untuk memilih arah yang berbeda. Memilih untuk berjalan masing-masing.

Hubungan itu sudah lama sekali berakhir. Kira-kira 3 tahun yang lalu. Dan satu hal yang baru aku sadari, selama 3 tahun itu aku sendiri, tanpamu. Selama 3 tahun itu aku berjuang untuk melupakanmu. Iya, semoga kamu tahu, setiap hari aku berjuang untuk melupakanmu. Dan seperti yang kamu tahu, selama 3 tahun itu aku tidak menjalin cinta dengan orang lain. 

Kamu menghilang, tanpa kabar. Awalnya memang tidak mudah untuk menghapus kebiasaan yang sering kita lakukan bersama. Awalnya memang tidak mudah saat tidak lagi ada yang menyapa pagiku. But, see? Aku bisa melewatinya, sayang. Dan itu semua aku lakukan sendiri, tanpamu.

3 tahun kamu menghilang tanpa kabar. Dan selama 3 tahun itu pula aku mengetahui bahwa kamu menjalin cinta dengan banyak wanita. Kamu tahu bagaimana perasaanku saat mendengar bahwa kamu menyatakan cinta pada temanku, yang dulu selagi kita masih bersama, aku sudah mencurigai bahwa kamu memiliki perasaan padanya namun kamu berusaha mengelak sekerasnya. 

3 tahun aku sendiri. 3 tahun aku berhasil melupakan semua kenangan kita yang terjalin selama 1,5 tahun. 3 tahun aku memutuskan untuk tidak jatuh cinta pada siapapun. Dan satu lagi, 3 tahun kamu menghilang tanpa kabar.

Dan sekarang, setelah 3 tahun kamu menghilang, kamu tiba-tiba datang dan mengajakku untuk mengulang kembali kisah kita. Memulai semuanya dari awal? Maaf, sayang. Tidak semudah itu. Setelah 3 tahun kamu menghilang, setelah 3 tahun aku susah payah untuk melupakanmu, setelah 3 tahun aku melewati setiap hariku tanpamu, sekarang kamu mau balik gitu aja? Kamu pikir hati aku terbuat dari apa? Setelah kamu menjalin cinta dengan banyak wanita lain, lantas sekarang kamu dengan mudah mengatakan bahwa kamu masih menyayangiku, apa aku harus percaya omonganmu itu? Kemana saja kamu selama ini? Kemana?

"Masa lalu tak seharusnya kembali, dan memang tak sepantasnya kembali" Kata Hati - Bernard Batubara

Friday, May 3, 2013

Tujuh Hari yang Lalu

Hai, kamu.


Aku menulis ini tepat satu minggu lalu dimana kita 'berpisah'. Mungkin lebih tepatnya aku yang memutuskan semuanya berakhir. Dan kamu, menerimanya begitu saja.

Tepat tujuh hari yang lalu aku merasakan kekacauan. Tidak terasa ya, ternyata sudah tujuh hari kita berjalan sendiri-sendiri. Berjalan masing-masing. Tidak ada lagi cerita tentang 'kita'. Yang ada hanya cerita tentang aku dan cerita tentang kamu. Di tempat yang berbeda, di jalan yang berbeda.

Sudah seminggu aku kembali seperti aku yang dulu. Sendirian. Iya, aku kembali menjadi orang yang mandiri. Awalnya memang tidak mudah. Kamu harusnya tahu tentang itu. Aku berusaha melupakanmu. Tapi yang harus kamu tahu, proses melupakanmu itu jauh lebih sulit dari proses menyukaimu dulu.

Seharusnya aku memang sudah melupakanmu. Seharusnya aku memang tidak boleh memedulikanmu lagi. Seharusnya aku memang tidak perlu tahu keberadaanmu dan mengetahui aktivitasmu. Apa hak ku? Iya, aku tahu saat ini aku sudah tidak mempunyai hak untuk melakukan semua itu.

Tapi kenyataannya, aku masih saja memikirkanmu sebelum tidur dan saat pertama aku membuka mata di pagi hari, aku masih saja ingin tahu keberadaan dan aktivitas yang kamu lakukan, aku masih saja ingin menyapa pagimu, aku masih saja mengkhawatirkanmu, dan aku masih saja terus memedulikanmu.

Aku tahu, kamu sudah tidak memedulikanku. Aku tahu, kamu sudah tidak mengkhawatirkan keadaanku. Bahkan aku tahu, tidak pernah sedetik pun aku hadir dalam pikiranmu. Aku tahu semua itu.

Sakit memang, mendapati kenyataan bahwa seseorang yang aku pedulikan ternyata sama sekali sudah tidak memedulikanku lagi. Dan aku menyadari itu.

Mulai saat ini, aku cukup tahu diri. Dan aku berusaha untuk tidak lagi mengganggumu..

"Aku memutuskan untuk berhenti berusaha melupakanmu, biar saja waktu yang menghapus semua kenangan tentang kita"

Monday, April 29, 2013

Sisa-sisa Kenangan


Hal bodoh yang aku lakukan hari ini:
membaca kembali semua percakapan kita yang terdahulu.

Hasilnya:
ada sesak yang tertanam di dada ini
ada sebuah senyum miris yang tersirat di bibir ini
dan ada setetes air mata yang jatuh tanpa sebab

Sunday, April 28, 2013

Salahkah Bila Aku Merindukanmu?


Hai, kamu. Apa kabar? Sedang apa? Sudah makan? Sudah sholat? Sedih ya, aku hanya bisa menuliskan semuanya lewat sini. Padahal rasanya baru kemarin kita memulai komunikasi lewat sebuah pesan singkat.

Pesan singkat. Itulah awal mula kedekatan kita terjadi. Sampai pada akhirnya kita merasa nyaman satu sama lain.

Dan.......aku menyukaimu. Aku tahu betul kamu pasti menyadari akan hal itu. Tidak mungkin kamu tidak tahu akan perasaanku. Aku juga tahu, kamu juga menyukaiku. Tapi mengapa kamu lama sekali mengatakan hal itu?

Cukup lama aku menunggu dan bersabar. Membiarkanmu mengatakan semuanya lebih dulu. Tapi sampai kapan aku harus menunggu dan selalu mengalah dengan sifat egoismu yang sangat tinggi.

Pada akhirnya, penantianku terjawab juga. Saat kamu dan aku berubah menjadi 'kita'.

Awalnya, kamu dan aku baik-baik saja. Kamu bahkan berhasil membuatku lebih peka dengan handphoneku. Hanya untuk berharap bahwa terdapat sebuah pesan singkat yang kau titipkan.

Namun tanpa pernah kusangka. Ternyata kebahagiaan itu hanya sesaat. Hanya dapat bertahan selama 'sepuluh hari'. Sekarang semuanya telah berubah. Kamu, bukan lagi menjadi kamu yang kukenal dulu. Aku tidak tahu mengapa kamu bisa berubah secepat ini.

Hari ini. aku sedang berusaha mencoba berdiri tanpamu. Tapi kamu tahu move on itu tidak mudah, kan? Lantas bila sekarang aku merindukanmu, apa aku salah? Aku rindu kamu, darl.

Aku rindu saat-saat kita berbincang-bincang lewat sebuah pesan singkat. Aku rindu saat-saat kamu membalas sapaan pagiku pada siang hari karena kamu baru melihat handphone atau karena kamu sedang ada kuliah. Aku rindu saat-saat kamu memarahiku untuk tidak tidur terlalu malam. Aku rindu...


Dariku,
seseorang yang masih menyayangimu

Saturday, April 27, 2013

Kacau


Aku tidak tahu seberapa kacau aku hari ini. Aku mencoba menatap diriku di cermin lalu seketika menertawai diriku sendiri. Mengapa semuanya seperti ini? Lalu aku bertanya dalam hati, "mana Sarah yang selama ini selalu kuat?"

Entah mengapa, hari ini menjadi begitu kacau. Aku tidak fokus dengan mata kuliah di kelas. Pikiranku kemana-mana. Nyawaku berada di kampus, namun pikiranku entah berada di mana. Aku sendiri tidak tahu mengapa. Aku tidak fokus saat rapat dengan Bascom. Dan entah mengapa semua orang menyadari kekacauan diriku hari ini.

Terlihat sekacau itukah aku? Sampai semua orang bertanya-tanya tentang mengapa Sarah tidak seceria seperti biasanya..

Dan semua kekacauan hari ini terjadi karena kamu. Iya, kamu. Aku bukan menangisi perpisahan kita. Karena itu adalah keputusanku. Tapi aku kecewa dengan sikapmu. Aku kecewa dengan apa yang kamu lakukan. Aku merasa dibohongi. Entah mengapa hati ini terasa begitu sesak. Sampai akhirnya aku tidak bisa lagi menahan air mata ini.

Ya, aku menangis. Tapi bukan menangisimu. Lebih kepada menangisi diriku sendiri yang salah menilaimu. Rasanya nyesek banget. Menangis memang tidak akan menyelesaikan masalah, tapi setidaknya menangis adalah cara terbaik untuk menenangkan diri...

Kebahagiaan Sesaat


Rasanya aneh. Aku bahkan tidak percaya semuanya berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin cinta yang sekian lama menunggu ini mendapat jawaban yang diharapkan. Rasanya baru kemarin kamu dan aku  akhirnya berubah menjadi 'kita'. Rasanya baru kemarin kamu mulai memanggilku dengan sebutan 'darl'.

Mengapa semuanya berakhir secepat ini? Bahkan setelah sekian lama hati ini tidak tersentuh oleh laki-laki manapun. Sebelum akhirnya kamu berhasil memasukinya. Membersihkan sisa-sisa debu layaknya sebuah ruangan yang sudah lama tidak berpenghuni.

Awalnya, kukira kamu beda. Kamu telah mampu mengisi hariku dengan perhatian-perhatian kecil yang selalu membuatku tersenyum. Kamu telah mampu memberi warna di hariku yang semula hanya abu-abu. Kamu telah mampu membuatku mengecek handphone setiap detik, hanya untuk berharap bahwa ada sebuah pesan singkat yang kamu tinggalkan untukku.

Semuanya terasa indah. Sampai akhirnya aku merasakan sesuatu yang berbeda dari dirimu. Kamu berubah. Ya. Aku ulangi sekali lagi. Kamu berubah. Tidak lagi seperti kamu yang ku kenal dulu. Tidak lagi menjadi seseorang yang peduli dan perhatian. Saat aku tanya mengapa kamu berubah, bahkan kamu tidak pernah menyadarinya. Tapi aku? Aku merasakannya. Aku merasakan perubahan itu.

Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk melepasmu. Awalnya, kukira kamu akan mencegah. Tapi nyatanya? Kamu justru cenderung pasrah dan menerima keputusanku. Jujur saja, aku kecewa dengan sikap kamu. Seolah-olah kamu tidak pernah menganggap keberadaanku. Jadi apa maksudnya hubungan kita selama ini? 

Mungkin aku memang bodoh. Mungkin kamu memang tidak pernah benar-benar menyukaiku. Saat dulu kamu bilang kamu peduli padaku, bisa jadi kamu menyampaikan itu pada semua perempuan yang kamu kenal. Ya, sekali lagi aku memang bodoh. Bahkan saat aku menulis ini untukmu, ini adalah tindakan terbodoh. Dan aku tahu kalau sekarang kamu sedang menertawai kebodohanku.

Aku hanya ingin menyampaikan satu hal. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih karena sudah pernah mengisi hatiku, walau hanya sesaat. Terima kasih telah memberikanku kebahagiaan, walau hanya sesaat. Aku harap kamu bisa bahagia dengan yang lain...

"Cinta itu ngga selalu tegas. Ketika ia berakhir, pasti ada yang tersisa" --Kata Hati by

-dari seseorang yang menyayangimu

Sunday, April 14, 2013

Tentang Cinta yang Menunggu


Menunggu itu membosankan.

Aku tak tahu, kapan terakhir kali aku jatuh cinta. Atau, kapan terakhir kali aku memiliki teman dekat laki-laki. Sepertinya sudah bertahun-tahun yang lalu.

Sampai akhirnya kamu hadir. Memberikan semua perhatian yang nampaknya sudah lama sekali tidak kurasakan.

Awalnya, aku mencoba bersikap biasa saja. Namun lama-kelamaan, akhirnya kamu telah berhasil membuatku jatuh cinta lagi...

Aku juga tidak tahu mengapa perasaan ini ada. Tiba-tiba muncul begitu saja. Dan itu semua salahmu. Mengapa kamu begitu baik padaku? Mengapa kamu begitu perhatian padaku? 

Bukan. Bukan. Mungkin ini semua bukan salahmu. Mungkin ini hanya salahku. Aku yang sudah salah mengartikan semua sikap baikmu. Mungkin memang hanya aku yang terlalu berharap lebih padamu.

Dan setelah sekian lama kita dekat, hubungan kita tidak ada kemajuan. Bahkan yang ada malah kemunduran..

Kini, saat kamu tidak memberi kabar, saat kamu tidak membalas pesanku, saat kamu tidak se-perhatian dulu, aku bisa apa? Marah? Kesal? Apa hak ku?

Pada kenyataannya aku tidak punya hak untuk itu. Karena kamu dan aku memang "hanya sebatas teman". Dan ketika kamu telah memilih untuk bersikap seperti itu, itu hak mu. Dan aku tidak bisa berbuat apapun.

Aku hanya bisa diam dan menunggu. 

Thursday, March 28, 2013

Book Review: Unforgettable


I love this novel so much. I don't know, maybe because the story was succed touch my heart. Or because when i read this novel, i have same feelings with the girl in the novel...

Unforgettable: Tentang Cinta yang Menunggu
written by Winna Efendi, one of my favourite author and published by Gagas Media, one of my favourite publisher.
Unforgettable tell about a girl who is waiting a love. A girl who has been lonely for long time because her ex-boyfriend was died. She is love writing so much. She has one brother. They both love wine so much because their father. And because of that, they have a bar. In their bar, she met a man who got her attention. Then they both be acquainted each other. They start to know each other until they get closer. They talked about their life, their problems, and so on. Until one day, the man was lost. He never ever came back to the bar. And the girl was confused. Actually, she missed him. And she don't know about her feelings. There is a feel of loss...and it seems that she love him.

I surely know how is her feelings. Because i ever feel so. I has been closer with him, then 
suddenly he was lost.

And here are the quotes i love from this novel:
"Seandainya memori seperti kaset yang dapat berulang-ulang diputar kembali"
"Perasaan ini bukan cinta. Perasaan ini rasa aman. Rasa nyaman. Kebersamaan. Ingin tahu"
"Ada sesuatu yang dinamakan takdir. Pertemuan kita adalah salah satunya"
"Mengapa rasa nyaman harus terikat dengan komitmen?"
"Dan mereka hanyalah dua orang asing yang tak saling mengenal. Kebetulan bertemu di suatu tempat, pada suatu titik waktu" 
With love,
Sarahsariz 

Monday, March 4, 2013

BENABOOK Alert!

Bukunya kak Bena bentar lagi terbit! Yeay \O/ *goyang-itik*
Tau dong Benazio Rizki Putra alias Benakribo? Belum tau? Ciyus nih? Wah wah berarti level kegaulan lo masih diragukan nih. Okay, let me introduce Bena. 
Benakribo itu blogger super duper kreatif yang pernah gue tau. Awal gue tau blognya sih dari temen, dan first ipression gue udah langsung tertarik banget sama blognya. Satu kata: keren.
Yes, and until now Benakribo is still be my favourite blogger. Dulu waktu gue masih SMA, gue pernah interview kak Bena buat Fortomagz (as you known in this post.) Dulu itu salah satu pertanyaan gue (th. 2011) gini:
"Kak Bena ada niat buat bikin buku nggak, nih?"
terus jawabannya gini:
"Pertanyaannya klise. Pastinya ada niat buat bikin buku, cuma masih nyari ide yang unik buat dibahas di buku."
First time met Benakribo at Social Media Festival 2011. He's so kind~
Dan sekarang tahun 2013 ya? Akhirnya ka Benakribo beneran bikin buku! Hah, gue excited dan penasaran banget sama isi bukunya. Apa lagi sih yang bakal dibahas sama manusia super duper kreatif berambut kribo itu? Setelah membuat gue sangat terkesan dengan blognya, haruskah gue dibuat lebih terkesan dengan bukunya? Bukunya sih belum terbit, tapi udah ada pre-ordernya. Sayangnya, gue baru tau info pre-order itu agak telat jadi pas gue mau registrasi, nggak bisa di klik gitu. Kayaknya udah terlalu banyak yg registrasi deh. Huhu.... 
Jadi karena itu, gue sebagai #BanciKuis memutuskan untuk ikutan kuis #BenabookBlog ini! Muehehehe. Yaa nggak apa-apa deh nggak kebagian yang pre-order asalkan dapet yang gratisan mah *kedipin-kak-Bena*
Ini covernya aja minta digigit...

Ini kalo di capture keseluruhan buku, unyu ya?~
Udah segitu aja. Moga-moga kak Bena luluh sama kedipan gue ya gue bisa dapetin #Benabook gratisannya ya! *pergikedukun*

Salam kribonisasi,
@sarahsariz {}

Quote of the Day


Check out my tumblr on http://sarahsariz.tumblr.com/ for more pictures about best quote of the day <3

Jodoh Pasti Bertemu

Andai engkau tahu betapa ku mencinta 
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku 
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta 
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya 

Jika aku bukan jalanmu 
Ku berhenti mengharapkanmu 
Jika aku memang tercipta untukmu 
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu 

Andai engkau tahu betapa ku mencinta 
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku 
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta 
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya 

Jika aku bukan jalanmu 
Ku berhenti mengharapkanmu 
Jika aku memang tercipta untukmu 
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu 

Jika aku (jika aku) bukan jalanmu 
Ku berhenti mengharapkanmu 
Jika aku memang tercipta untukmu 
Ku kan memilikimu 
(Jika aku bukan jalanmu) 
Ku berhenti mengharapkanmu 
Jika aku memang tercipta untukmu 

Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu


Song by Afgan Syahreza

I don't know why, i just impressed with this song since i've heard at the first time. Especially the lyrics. Em....it seems that there was a deep meaning in this song. Or it's because i just have the feelings like in this song. Hopeful with someone who even never pay my attention. Ah..just forget about it. But you should listen  this song and feel the melody with your heart, i suggest you. Reccomended! <3

Saturday, February 2, 2013

A New Look

This question makes me smile. So, i want to answer in this post for that question. 
Dear, Maulida and for those who have same question with her, 
yes, now i'm permanently wearing hijab. I've wore hijab since about 5 month ago. 
As a moslem, hijab is a liabilities. And i've decided to wear it so i've a responsible to be a better person than yesterday. 
Oh ya, i'm sorry cause i've no more post about my daily outfit. If you're think because now i wore hijab so i can't explore my style, you're totally wrong. I still can explore my style with hijab. Mix and match my outfit with my veil. It more fun, guys. Because you're only not match your top, pants/skirt/, and shoes but you have a challenge to match it with your veil haha.
I've no more post about my daily outfit because  just have no time to take a photoshoot. As you know that now i live in Bandung so there's no one who can take a shoot for  my daily outfit. My sister (Shofi) who always take a shoot for me, live in Jakarta. So, once again i'm sorry.
But, this i have a few of my photos with hijab. This is my new look. What do you think?