Sunday, December 25, 2011

Review Manusia Setengah Salmon

Manusia Setengah Salmon, 42.000
Buat para penggemar Raditya Dika pasti udah nggak asing lagi denger kata "Manusia Setengah Salmon". Yap, MSS adalah buku terbarunya Raditya Dika yang terbit tanggal 24 Desember 2011. Sebagai penikmat tulisan-tulisannya bang Dika, kemaren gue langsung pergi ke gramedia kalibata buat beli tuh buku. Well, di buku ini ada 19 bab.  Sama seperti buku-buku bang Dika sebelumnya, di MSS ini ada beberapa tulisan yang benar-benar baru, ada tulisan dari blog yang dikembangkan dan ada bab-bab pendek yang diolah dari twitternya bang Dika. Pas gue baru buka tuh buku, gue sedikit kaget dengan gambar dibalik covernya. Sumpah bikin ngakak. Mau tau apa gambarnya? Beli bukunya dong! Hehe. Lanjut baca prakata dan bang Dika nyeritain tentang Edgar yang (katanya) makin ganteng sehingga dia agak susah buat nulis cerita aibnya Edgar. Ah padahal gue suka banget tuh sama tulisan-tulisan tentang Edgar. Itu konyol abis. Kasian Edgar. Dan prakata ditutup dengan salam cenat-cenutnya bang Dika. Btw, pembatas buku MSS ini unik banget. Favorit gue deh pokoknya. Kayak gini nih bentuknya (kesian bang Dika mangap mulu).
 
Manusia Setengah Salmon masih bercerita tentang keseharian bang Dika yang cukup aneh (pasti) tapi kebanyakan bercerita tentang perpindahan. Mulai dari pindah rumah, pindah supir sampai pindah hati. Di MSS, bang Dika nampaknya sudah dewasa sehingga tulisan-tulisannya dia di MSS ini banyak yang bijak lengkap dengan quotes-quotes yang cukup sukses membuat gue galau. Dari 19 bab di buku ini, gue punya 3 bab favorit yang sukses bikin gue ngakak. Tapi bukan berarti bab lainnya nggak lucu loh ya.
Pertama, bab yang judulnya "Ledakan Paling Merdu" yang menceritakan tentang kelakuan bapaknya bang Dika yang mempunyai ritual setiap pagi yaitu Kentut. Gaya ritual yang sangat aneh yang terjadi di antara anak dan bapak. Penasaran? Beli bukunya dong! Hehe
Kedua, bab yang paling bikin gue ngakak adalah bab "Bakar Saja Keteknya". Aduh speechless deh. Jadi bab itu menceritakan tentang kehidupan bang Dika yang suka pindah-pindah supir. Supirnya bang Dika macem-macem jenisnya (eh maksudnya kelakuannya). Ada supir dari Indonesia Timur yang wataknya keras, ada orang Jawa yang sangat sopan, ada supir yang sangat rajin, ada lagi supir yang pacaran sama babysitternya dan ada pula supir yang hanya tau Terminal Blok M sehingga kemana pun bang Dika minta anterin, dia selalu nanya arah jalan tempat tersebut dari Blok M! Kebayang repotnya kayak apa. Sampai suatu waktu dia punya supir namanya SUGIMAN. Alhamdulillah dia lebih waras dibanding supir-supirnya bang Dika yang sebelumnya. Tapi ternyata Sugiman juga mempunyai keanehan yang bisa ngebuat bang Dika stress setengah mati buat nyari solusinya. Apa itu? SUGIMAN BAU KETEK!! Mau tau cerita lengkapnya? Beli bukunya dong! Hehe
Next, bab yang membuat gue ngakak itu bab "Kasih Ibu Sepanjang Belanda". Di bab ini bang Dika menceritakan tentang sifat ibunya yang terlalu berlebihan dalam menunjukkan perhatian kepada anak-anaknya. Sampai suatu waktu bang Dika dapet beasiswa ke Belanda untuk menghadiri summer course selama dua minggu. Jadilah pas bang Dika mau berangkat, mamanya paling sibuk ngurusin barang-barang untuk dibawa kesana. Ibarat bawa isi lemari ke dalam koper. Dan tidak ketinggalan juga kekhawatiran mamanya yang sangat berlebihan sehingga menelepon setiap waktu pas bang Dika ada di Belanda. Serta kekonyolan-kekonyolan bang Dika selama di Belanda. Mulai dari nggak bisa bahasa Belanda sama sekali sehingga mengharuskan dia untuk menggunakan bahasa Tarzan, sempet dikira pecandu narkoba yang hendak memerkosa seorang gadis Asia sampai hari-harinya bersama Perek! No, no gue bukan ngomong jorok loh. Penasaran siapa itu Perek? Beli bukunya dong! Hehe
Itu tadi 3 bab favorit gue. Sebenernya masih banyak lagi sih bab yang lucu. Kayak "Tarian Musim Kawin" yang menceritakan tentang temennya bang Dika namanya Trisna yang kesulitan dalam mencari pacar. Dia adalah jomblo perak (umur 25 tapi belum pernah pacaran sama sekali). Ada lagi bab "Interview With the Hantus" yang isinya adalah wawancara bang Dika dengan hantu-hantu yang keliatannya salah gaul. Ternyata hantu juga pernah pacaran dan pernah patah hati, sama seperti manusia. Ada juga bab "Lebih Baik Sakit Hati" yang menceritakan tentang bang Dika dan permasalahannya dengan gigi. Dan ada bab-bab yang sangat cukup bikin galau. Contohnya bab "Sepotong Hati di dalam Kardus Coklat" yang menceritakan tentang bang Dika yang baru aja putus sama pacarnya dan di saat yang sama dia juga harus pindah rumah. Pindah hati dan pindah rumah di saat yang bersamaan. "Ada perasaan yang sama antara sehabis putus dengan pindah rumah. Keduanya sama-sama harus meninggalkan sesuatu yang akrab dengan diri kita. Keduanya sama-sama memaksa kita untuk mengingat-ingat kenangan yang ada sebelumnya, disadari atau tidak. Dipaksa atau tidak." Gue suka quote itu (aih jadi curhat). Dan ada lagi bab "Penggalauan" yang isinya ya you know lah ya. Apa lagi kalau bukan kata-kata yang bisa bikin orang galau. 
"Mereka yang sedang jatuh cinta, biasanya sering berharap. Dan mereka yang sering berharap, biasanya sering kecewa."
"Naksir diam-diam itu komidi putar. Seakan berjalan, tetapi sebenarnya tidak ke mana-mana."
"Cinta datang dari mata ke hati. Selanjutnya, dari hati ke air mata."
Itu beberapa quote yang gue suka di Manusia Setengah Salmon. Sebenernya masih banyak quote-quote bagus yang ada di MSS. Dan bab terakhir yang judulnya "Manusia Setengah Salmon" adalah bab yang paling cerdas dan bijaksana menurut gue. Seperti yang gue bilang dari awal, bang Dika sekarang udah dewasa. Jadi tulisan-tulisan di MSS ini lebih cerdas dibanding buku-buku sebelumnya yang ditulis dengan gaya sehari-hari. Di MSS, lo lebih banyak menemukan analogi-analogi bang Dika yang berkaitan sama kehidupannya sehari-hari. Nggak bakal nyesel deh kalo lo beli buku ini. Pas banget buat bacaan liburan. Cuma dengan 42.000 lo bisa ketawa sekaligus dapet pelajaran hidup (aih bahasanya). So, tunggu apa lagi? Buruan beliiii~

6 comments:

  1. thank you hehe :D
    oya? udah buat review-nya blm? mau baca juga dong hehe

    ReplyDelete
  2. pengen beli! aaah! engga sempet ke toko buku :((

    ReplyDelete

Thanks for the lovely comments. I really appreciate all your comments and i will try to reply as soon as possible on your blog, dear :)