Saturday, February 26, 2011

Sebuah Ujian

Hai hai everyone 
Kemaren gue lagi iseng iseng baca buku agama islam (tumben sar haha), terus gue nemu satu artikel yang menarik dan cukup menyindir diri gue juga sih haha. Judul artikelnya itu "SEBUAH UJIAN". Langsung aja yuk dibaca..

Suatu hari Allah SWT memerintahkan Jibril menemui makhluk-makhlukNya. Pilihan pertama jatuh pada kerbau. Di siang yang panas itu, kerbau sedang berendam di sungai. "Hai kerbau, apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai kerbau?"

"Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah yang telah menjadikanku seekor kerbau, daripada dijadikan kelelawar yang suka mandi dengan air kencingnya sendiri."

Jibril lalu mendatangi kelelawar yang siang itu sedang tidur di sebuah goa. "Hai kelelawar, apakah kamu senang dijadikan Allah SWT sebagai seorang kelelawar?"

"Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah yang telah menjadikanku kelelawar ketimbang cacing. Sudah tubuhnya kecil, tinggal di tanah, jalan pun menggunakan perut."

Mendengar jawaban itu Jibril lalu langsung pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah. "Hai cacing, apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing?"

Si cacing pun menjawab, "Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah  yang telah menjadikannku sebagai seekor cacing, daripada aku dijadikan sebagai seorang manusia. Bila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal shaleh, setelah mati, mereka akan disiksa selama-lamanya."

Apa yang dikatakan cacing kecil itu sungguh membuat kita, sebagai manusia, mestinya tersentak dan berpikir. Kita patut merenungkan firman Allah dalam surah Al-A'raf : 179, "Mereka (manusia) memiliki mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, mereka memiliki telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah, dan mereka memiliki hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi."

Subhanallah, marilah kita berkaca pada diri kita masing-masing. Apakah kita sudah menjadi manusia yang baik di mata Allah? Ayo teman, masih ada waktu untuk memperbaiki diri kita dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Jangan sampai kita menjadi manusia seperti apa yang dikatakan oleh cacing kecil itu, manusia yang mendapat siksaan selama-lamanya di akhirat nanti. Naudzubillahminzalik~

No comments:

Post a Comment

Thanks for the lovely comments. I really appreciate all your comments and i will try to reply as soon as possible on your blog, dear :)